The Kadar Fenolat dan Flavonoid Si Ungu Mentawai

Main Article Content

Reny Salim

Abstract

Daun dari tumbuhan ungu telah dikenal mempunyai sifat antioksidan. Sifat antioksidan ini disebabkan oleh keberadaan senyawa metabolit sekunder golongan fenolat. Flavonoid merupakan senyawa golongan fenolat terbesar yang ditemukan di alam. Warna ungu dari daun ungu memperlihatkan bahwa sifat antioksidan berasal dari senyawa golongan flavonoid. Hal ini menimbulkan ketertarikan untuk mengukur kadar fenolat dan flavonoid yang dimiliki oleh daun ungu yang diambil dari Mentawai. Metode yang digunakan dalam penentuan kadar fenolat dan flavonoid masing-masing adalah metode Folin Ciocalteu dan aluminium klorida. Daun ungu diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan pelarut kloroform, etil asetat, dan air. Hasil pengukuran kadar fenolat ekstrak etonol dan fraksi (kloroform, etil asetat, dan air) berturut-turut adalah (65,6;37,44;106,98;52,3) mgGAE/gram ekstrak. Hasil pengukuran kadar flavonoid ekstrak etanol dan fraksi (kloroform, etil asetat, dan air) berturut-turut adalah (45,7;42,9;50,7;43,5) mgRE/gram ekstrak.

Article Details

How to Cite
Salim, R. (2021). The Kadar Fenolat dan Flavonoid Si Ungu Mentawai. Jurnal Katalisator, 6(1), 34–54. Retrieved from http://publikasi.lldikti10.id/index.php/katalisator/article/view/174
Section
Articles