ANALISIS FAKTOR SOSIAL BUDAYA MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING: STUDI LITERATUR REVIEW

Main Article Content

Delima Delima
Firman
Riska Ahmad

Abstract

Stunting di Indonesia kategori tinggi (24,4 persen), padahal batas maksimal WHO terhadap stunting di suatu negara adalah 20 persen. Penyebab stunting bersifat multifaktoral.  Salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kejadian stunting yaitu sosial budaya daerah setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran faktor sosial budaya yang mempengaruhi kejadian stunting. Metode literatur review dengan pencarian artikel pada database elektronik yaitu google scholar, research gate, dan PubMed/Medline. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kata kunci “stunting”, “faktor sosial budaya”, “ibu”. Analisis yang dilakukan penulis dari 8 artikel yang relevan dengantujuan penelitian. Dari studi literature menunjukan bahwa aspek sosial budaya dan dan faktor budaya stempat disuatu masyarakat mempengaruhi asupan gizi anggota keluarga, secara tidak langsung akan berhubungan dengan kejadian stunting. Seorang konselor dituntut untuk menggali informasi yang lebih terpercaya dan langsung dari sumbernya yakni melalui perangkat adat yang telah tersistem dalam masyarakat untuk menambah wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai budaya, serta sikap yang ideal dengan layanan imformasi khususnya penururan/ pencegahan stunting

Article Details

Section
Articles