ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA MAHASISWA AKBID HELVETIA PEKANBARU TAHUN 2021

Main Article Content

Rika Istawati

Abstract

ABSTRACT


Adolescent girls are a high risk group for anemia compared to young men because the need for iron absorption peaks at the age of 14-15 years in adolescent girls. In Southeast Asia, 25-40% of adolescent girls experience mild to severe anemia. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of anemia in students of Akbid Helvetia Pekanbaru. This type of research is quantitative with cross sectional design and chi-square test. The population of third grade students at Akbid Helvetia Pekanbaru was 34 people using the total sampling technique. The instrument uses a questionnaire, a digital hemoglobin test kit, a weight scale and a stature meter. Statistical test results showed no significant relationship between breakfast habits p-value 0.905, level of knowledge p-value 0.678 on anemia, there was a relationship between menstrual period p-value 0.001, nutritional status p-value 0.003 with anemia. It is expected that respondents can increase Hb levels and prevent anemia by consuming foods rich in iron, folic acid, vitamin B12 and vitamin C, and avoiding excessive caffeine.  


Keywords : Anemia Incidence, Anemia Factors


ABSTRAK


Remaja putri merupakan kelompok risiko tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan remaja putra karena kebutuhan absorbsi zat besi memuncak pada umur 14-15 tahun pada remaja putri. Di Asia Tenggara, 25-40% remaja putri mengalami anemia tingkat ringan ringan dan berat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Mahasiswa Akbid Helvetia Pekanbaru. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan uji tes chi-square. Populasi mahasiswa tingkat tiga Akbid Helvetia Pekanbaru berjumlah 34 orang menggunakan tekhnik total sampling. Instrument menggunakan kuesioner, alat tes Hemoglobin digital, timbangan berat badan dan stature meter. Hasil uji statistik menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi p-value 0,905, tingkat pengetahuan p-value 0,678 terhadap anemia, ada hubungan antara Lama menstruasi p-value 0,001, status gizi p-value 0,003 dengan anemia. Diharapkan kepada responden untuk dapat meningkatkan kadar Hb dan pencegahan anemia dengan cara mengkonsumsi makanan kaya zat besi, asam folat, vitamin B12 dan vitamin C, serta menghindari kafein yang berlebihan.


Kata Kunci : Kejadian Anemia, Faktor-Faktor Anemia

Article Details

Section
Articles