FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN CAKUPAN MENELAN OBAT MASSAL PENCEGAH FILARIASIS

Main Article Content

Agus Alamsyah
Tuti Marlina

Abstract


Filariasis is a chronic infectious disease caused by filarial worms and transmitted by various species of mosquito. One prevention effort through prevention of mass drug administration filariasis. In the implementation of the mass medical treatment in the endemis filariasis , there are still community members who refused to swallow drug deterrent filariasis with a range of conditions and the reason. The aim of study wanted to know the scope and swallow filariasis drug-related foctors in the working area of District Health Clinics Bangko Jaya Unit, Bangko Pusako 2015. Kind of research is a quantitative analysis of cross-sectional observational design conducted in Mei 2015 work region District Health Clinics Bangko Jaya. Sample size of 106 people. Samples were distributed by way of proportional sampling, then taken using a rapid survey method. The results show that not swallow a drug prevens filaria 65,6% and swallow 34,4 %. variables that matter with the deadly drug filariasis, Namely the level of knowledge, gender, Jobs, Side effects of the drug filariasis, Socialization health worker. Puskesmas Bangko Jaya to give information to the entire community with a good strategy and the socialization ofeshek side that is not dangerous, talk with media brochures and banners.


 


Filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Salah satu pencegahan melalui pemberian obat massal pencegah (POMP) filariasis. Dalam pelaksanaan pengobatan massal di daerah endemis filariasis, masih ada masyarakat yang menolak menelan obat pencegah filariasis dengan berbagai kondisi dan alasan. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan cakupan menelan obat filariasis di wilayah kerja Puskesmas Bangko Jaya Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan  mei 2015  di wilayah kerja Puskesmas Bangko Jaya. Besar sampel sebanyak 160 orang. Sampel didistribusikan dengan cara proportional sampling, selanjutnya diambil dengan menggunakan metode rapid survey. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang tidak menelan obat pencegah filaria 65,6 % dan yang menelan 34,4 %. variabel yang memiliki hubungan yang bermakna terhadap menelan obat filariasis, yaitu tingkat pengetahuan, jenis kelamin, pekerjaan, efek samping obat filariasis dan sosialisasi petugas kesehatan.Puskesmas Bangko Jaya agar memberikan informasi kepada seluruh masyarakat, dengan strategi yang baik sekaligus sosialisasi mengenai efek samping yang tidak berbahaya, menyampaikan dengan brosur dan spanduk


Article Details

Section
Articles