BARRIERS PERAWAT DALAM MEMPROMOSIKAN DAN MENINGKATKAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT SELAMA MASA PANDEMI COVID-19

Authors

  • Indra Gaffar Program Studi Keperawatan / Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Khaliza Dinda Maimuna Program Studi Keperawatan / Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Dewi Wulan Sari Program Studi Keperawatan / Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Lathifa Nur Fauzia Program Studi Keperawatan / Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Yodang Yodang Universitas Sembilanbelas November Kolaka http://orcid.org/0000-0001-7154-0758
  • Akbar Harisa Program Studi Keperawatan / Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22216/jen.v8i3.2341

Abstract

Budaya keselamatan pasien ialah perilaku dan kebiasaan pemberi layanan kesehatan berlandaskan keyakinan, nilai dan asumsi dalam memberikan pelayanan aman dan bebas dari kesalahan pada aspek kerja sama, komunikasi terbuka, respon tidak menghukum dan pelaporan setiap kejadian. Rumah sakit yang berfokus pada keselamatan pasien dalam memberikan layanan kesehatan menciptakan budaya keselamatan pasien yang tinggi. Barrier atau hambatan akan senantiasa dilalui oleh perawat dalam menjalankan peran dan tanggungjawabnya terhadap kesehatan manusia. Selama pandemi Rumah sakit dituntut tetap menjaga mutu layanan kesehatan sehingga kesiagaan rumah sakit selama kondisi ini harus selalu terjaga. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran barriers perawat dalam mempromosikan dan meningkatkan budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Selama Masa Pandemi Covid-19 di Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan dekriptif cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel yaitu stratified random sampling dengan populasi yaitu perawat yang memberikan pelayanan langsung pada pasien dan sampel yang ditentukan sebanyak 163 orang. Hasil penelitian menunjukkan gambaran barriers perawat di Rumah Sakit Makassar masuk dalam kategori barriers sedang dengan persentase 83,4% dan ditemukan 2 faktor yang mempengaruhi barriers perawat yaitu tingkat pendidikan dan peran kerja perawat. Kesimpulan dan saran penelitian sebagian besar perawat di Kota Makassar memiliki barriers sedang dalam mempromosikan dan meningkatkan budaya keselamatan pasien.

Downloads

Published

2023-09-30