THE CONTINUOUS CARE INTEGRATION MODEL INCREASES FAMILY INDEPENDENCE OF POST-STROKE PATIENTS
DOI:
https://doi.org/10.22216/jen.v9i2.2662Abstract
Keluarga pasien pasca stroke sering belum mandiri dalam perawatan lanjutan anggota keluarganya, Hal ini dapat berdampak pada keluarga dan pasien. Model Integrasi keperawatan berkelanjutan (INPERLAT) yang cocok penting untuk meningkatkan kemandirian keluarga. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah model perawatan berkelanjutan yang terintegrasi dapat meningkatkan kemandirian keluarga pasien pasca stroke. Desain penelitian ini a quasi eksperiment dengan pre dan post test kontrol grup desain. Kelompok intervensi menerima perlakuan model inperlat, kelompok kontrol tidak menerima intervensi. Sampel penelitian ini keluarga pasien pasca stroke dengan anggota keluarga pasca menjalani rawat inap di Rumah Sakit Otak Bukittinggi yang terdiri 28 kelompok kasus dan 28 kelompok kontrol dengan tekhnik pengambilan sampel adalah conveninence sampling. Pengukuran kemandirian keluarga dilakukan sebanyak tiga kali yaitu sebelum, setelah dua bulan dan setelah 4 bulan setelah intervensi dilakukan. Hasil: Adanya perbedaan yang significan kemandirian keluarga pada kelompok kasus dan intervensi setelah dilakukan pengukuran pada kedua kelompok sebelum (p value= 0.000), sesudah dua bulan (p value= 0.000) dan setelah empat bulan (p value= 0.000) model Inperlat dilakukan. Kesimpulan: Model Inperlat efektif meningkatkan kemandirian keluarga pasien pasca stroke setelah 2 bulan dan setelah 4 bulan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Yaslina Yaslina, Nur Indrawati Liputo, Yuliarni Syafira, Delmi Sulastri, Junaiti Sahar, Nusyirwan Effendi, Hema Malini, Rozi Sastra Purna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.